Aku ingin menjadi diriku yang dulu. Yang hanya menginginkan satu titik di depan sana. Merasa berbeda membuatku kehilangan perasaan nyaman menjadi diri sendiri. Sungguh, aku ingin kembali seperti dulu. Aku yang tak tahu hal – hal sebanyak sekarang.
Bagaimana aku bisa kembali menjadi aku yang dulu? Menghapus ingatan atau memutar kembali waktu yang telah lewat? Tak adakah cara logis yang bisa aku coba untuk lakukan? Selain bertanya seperti ini?
Dulu semuanya sangat mudah bagiku. Karena bahkan ketika aku menutup mata, aku bisa melihatnya dan yakin dengan apa yang aku rasakan. Tidak kebingungan seperti sekarang. Terlalu banyak yang muncul di pikiranku, bahkan tanpa aku menutup mata.
Untuk kamu, apakah aku terlalu berlebihan dalam menetapkan standar pilihanku? Apakah aku terlalu menakutkan untuk sekedar diperjuangkan? Tapi kenyataanmu sungguh mengangguku. Siang dan malam.
Untuknya, apakah ini semacam permainan yang sudah sering ia mainkan? Apakah ia akan memainkannya denganku? Apakah aku pantas? Bahkan jika ini benar hanya sebuah permainan untuknya, lalu kenapa ia tidak sepenuhnya bermain? Seharusnya ia tidak pernah memulai, karena sekarang aku sungguh sulit untuk mengakhirinya.
Dan untuk dia, apakah ada hati yang melebihi kerasnya batu? Mungkinkah seperti itu hatinya? Atau aku hanya sedang diberitahu bahwa di dunia ini ada hal – hal yang tak bisa dipaksakan? Apa? Apa aku memaksa dia? Inginku hanya menunjukkan, dan seharusnya dia tahu apa yang aku telah lakukan melebihi apa yang ingin aku tunjukkan. Karena aku telah merasakan sesuatu yang melebihi perasaanku sendiri. Meski sekarang, aku harus meregangkan ikatan ini. Melonggarkannya perlahan seiring perih agar aku bisa melepasnya.
Aku hanya ingin kembali seperti dulu. Tidak pernah memikirkan sebanyak yang aku pikirkan sekarang. Walaupun aku dulu juga berpikir, tapi aku melakukannya tanpa kebingungan. Aku tahu pasti titik mana yang akan jadi arahku.
Tidak seperti sekarang.
Aku terus mencari..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar